Rabu, 03 Mei 2017

Minat Baca Anak Indonesia Masih Rendah


Pesatnya perkembangan teknologi informasi, khususnya media sosial secara langsung mengubah gaya hidup anak secara keseluruhan.
Minat baca anak maupun semangat untuk belajar kini semakin rendah, prestasi pun menunjukkan kemunduran drastis.
Belum memuaskannya minat baca anak Indonesia terekam dalam penelitian yang dilakukan oleh Asosiasi Pekerja Informasi Sekolah Indonesia (APISI) di beberapa negara dunia beberapa waktu lalu. Hasil penelitian bertajuk Progress in International Reading Literacy Study (PIRLS) itu menunjukan Indonesia termasuk dalam 12 negara yang memiliki nilai terendah dalam uji keterampilan membaca tingkat Internasional.
Hasil riset tersebut disampaikan Ketua Umum Asosiasi Pekerja Informasi Sekolah Indonesia (APISI), Hanna Catherina George menandai suasana sekolah yang kini belum ramah membaca. Sebab, tumbuhnya budaya membaca katanya, sangat dipengaruhi oleh suasana dan ketersediaan pustaka di sekolah.
"Suasana yang enjoy mendukung minat anak membaca di sekolah, kalau minat membaca sudah muncul akan terbangun kebiasaan. Landasan itu (kebiasaan baca-red) yang harusnya ditumbuhkan kepada anak-anak sehingga mereka punya style reading yang baik," ungkapnya dalam acara Kopi Darat di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Republik Indonesia pada Rabu (12/10).
Bukan hanya sebagai modal peningkatan prestasi, kemampuan baca yang baik juga membantu anak untuk menyaring informasi, khususnya saat berselancar dalam dunia maya. Sebab, menurutnya, perkembangan teknologi informasi saat ini memiliki dua sisi terbalik.
"Minat membaca dapat meningkatkan kemampuan anak menyaring informasi, khususnya ketika mereka berselancar di internet. Skill ini mereka mereka butuhkan di tengah pesatnya pengaruh budaya asing yang masuk lewat media internet," tutupnya.
Awali Pelajaran
Mengakali rendahnya minat baca anak Indonesia, Direktur Pengembangan Sekolah Menengah Pertama, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemdikbud Republik Indonesia, Supriano menyampaikan pihaknya telah menerbitkan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti di sekolah.
Peraturan Menteri itu katanya mengatur program membaca anak selama 15 menit sebelum memulai Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah. Tujuannya agar kebiasaan anak membaca dapat tumbuh dengan sendirinya.
"Mengubah pola pikir, apalagi membentuk kebiasaan itu memang butuh waktu, tidak instan. Kegiatan membaca itu harus di ulang agar anak terbiasa, sehingga tanpa diberikan instruksi, anak sudah gemar membaca," sanggahnya.
Diakuinya, program membaca selama 15 menit itu masih bersifat instruksional, anak diwajibkan oleh pengajar untuk membaca buku pelajaran sebelum memulai pelajaran. Walau begitu, dipastikannya pengembangan program akan dilakukan, sehingga bukan hanya meminta anak untuk membaca, tetapi anak juga akan diminta untuk memaparkan kembali buku yang dibaca.
"Pengembangan pasti dilakukan, sekarang masih tahap sosialisasi untuk membiasakan anak membaca. Mungkin ke depannya akan ditambah, seperti membuat resume, kemudian menceritakan isi buku yang dibaca masing-masing anak," harapnya.
Menambahkan keterangan Supriano, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang), Kemendikbud Republik Indonesia, Totok Suprayitno, pihaknya akan menerapkan program kunjungan perpustakaan dalam kurikulum sekolah. Lewat program tersebut, siswa diminta untuk mengunjungi perpustakaan di sela-sela KBM.
"Selama ini perpustakaan hanya dianggap siswa sebagai gudang buku di sekolah, berdebu-kosong. Kami ingin merubah mind set itu, kami ingin semua siswa menganggap perpustakaan sebagai tempat yang menarik, karena itu juga kami akan lengkapi dengan literasi digital ke depannya," ungkapnya.

Sumber : https://www.google.co.id/amp/wartakota.tribunnews.com/amp/2016/10/12/ironis-minat-baca-anak-indonesia-masih-rendah-karena-pesatnya-teknologi-informasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Minat Baca Anak Indonesia Masih Rendah

Pesatnya perkembangan teknologi informasi, khususnya media sosial secara langsung mengubah gaya hidup anak secara keseluruhan. Minat bac...